Antara Istilah Sila dan Silakan

Berikut ini sebuah tulisan dari kawan saya, Muhammad Rizal tentang istilah 'sila' dan 'silakan'.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online (http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=sila&varbidang=all&vardi...):

*sila 1 /si·la /* *v,* *silakan /si·la·kan/* *v* sudilah kiranya (kata perintah yg halus): *- duduk;*

*silakanlah /si·la·kan·lah/* *v* silakan;

*silalah /si·la·lah/* *v* silakan;

*menyilakan /me·nyi·la·kan/* *v* minta (menyuruh, mengajak, mengundang) dng hormat supaya: *tuan rumah - tamu-tamu masuk;*

*tersila /ter·si·la/* *v* terserah; pulang maklum kpd: *- kepadamulah, mau pergi atau tidak*;

*mempersilakan /mem·per·si·la·kan/* *v* minta secara lebih hormat supaya

* sila 2 /si·la /* *v* duduk dng kaki berlipat dan bersilang: *mengorak -- ,*bangkit dr duduknya;

*bersila /ber·si·la/* *v* duduk dng melipat kaki yg bersilangan: *duduk -;**- angkat* duduk dng meletakkan betis di atas paha yg sebelah; *- panggung*duduk bersila lututnya terangkat;

*menyilakan /me·nyi·la·kan/* *v* melipat dan menyilangkan kaki spt ketika bersila

*sila 3 /si·la /* *n* *1* aturan yg melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; *2* kelakuan atau perbuatan yg menurut adab (sopan santun); *3*dasar; adab; akhlak;

Kata "sila" bisa memiliki tiga makna: 1. Sudilah kiranya (=silakan), 2. Duduk menyilangkan kaki, 3. Dasar. Penggunaan kata "sila" dalam kalimat "Sila lihat halaman ..." berarti "sudilah kiranya" atau "silakan". Jadi penggunaan kata "sila" sebagai
pengganti "silakan" adalah betul.

Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu dialek kepulauan atau Bahasa Melayu Riau. Disusun sampai menjadi bentuk yang kita kenal sekarang oleh seorang pujangga Kesultanan Melayu-Riau-Lingga, yaitu Tuan Raja Ali Haji. Beliau sendiri adalah pengarang Gurindam 12 dan kerabat dekat Sultan. Dimakamkan di Pulau Penyengat, dekat Bintan. Bahasa Indonesia ini disempurnakan lagi pada zaman Balai Pustaka dan mula dinamakan Bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 1928.

Dari asal sukunya, penduduk Malaysia itu berketurunan: Melayu Semenanjung, Aceh, Jawa (tersebar di seluruh semenanjung), Minangkabau (terutama Negeri 9), Bugis (terutama di Johor), Mandailing, Dayak, Tionghoa, India dan Tamil dan beberapa lagi. PM Malaysia sekarang adalah seorang keturunan Bugis.

-Rizal-

Referensi: http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=sila&varbidang=all&vardi...