Halte Angkot Ferrocement

Halte Angkot Ferrocement

Halte Angkot Ferrocement yang dalam kondisi 'aneh'. Foto pada kondisi yang lebih 'normal': http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/halte-bus-ganesha

Foto sebelum ambruk:
* http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-shelter-sebelum-ambruk
* http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-shelter-sebelum-ambruk-detail

Foto dalam keadaan setelah ditegakkan kembali:
* http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-shelter-setelah-tegak (foto dari pak Eko Purwono)
* http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-shelter-setelah-tegak-b (foto dari pak Eko Purwono)
* http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-shelter-setelah-tegak-0 (foto dari pak Eko Purwono)

Comments

Kondisi terbaru dapat dilihat

Kondisi terbaru dapat dilihat di foto berikut ini: http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/update-shelter-ganesha-7-januari-2012

Halte yang tidak layak

Sebagaimana orang Indonesia pada umumnya, kita perlu bersyukur bahwa ketika atap halte itu rebah tidak menimbulkan korban satupun.
Beberapa hari sebelum kejadian itu pihak yang berwenang telah brjanji lewat milis dosen ITB untuk meminta penjelasan kepada si perancang bahwa struktur bangunan itu sudah dihitung dan diyakini kuat.
BTW, seorang rekan kami berkomentar, apakah akan ada mahasiswa ITB mau menunggu angkot di halte itu? Perilaku mahasiswa ITB kan menunggu angkot di depan pintu gerbang utama kampus atau didepan pintu samping yang dekat dengan pertigaan jalan Ganesha dan jalan Ciungwanara. Seperti halnya nasib halte bis ferrocement yang brada di sebelah utara masjid Salam, halte yang di utara Rumah F ini dapat diduga akan lebih dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima daripada oleh mahasiswa ITB untuk menunggu angkot. Itu kalau halte dapat berdiri utuh. Kalau saran saya sebaiknya konstruksi atap halte itu diganti 100% agar tidak memalukan perguruan tinggi yang memiliki program studi Teknik Sipil tertua se RI.