Pameran Foto Penyegelan Gedung PAU ITB :-))

Berikut ini tulisan dari kawan saya, pak Ihsan Hariadi tentang penyegelan gedung PAU di ITB.
===
Sometime in this life, due to some poor judgment and mis-calculations, we made awkward decisions and actions which we may later regret. And I am afraid the case shown in the pictures below is an example of such thing.

Saya membayangkan, mungkin di tahun 2020 nanti, di kala ITB memperingati Dies atau LUSTRUM nya yang ke X, .. akan ada pameran foto "sejarah perkembangan kehidupan kampus", nah saya membayangkan salah-satu foto yang dihasilkan dari insinden hari ini akan menjadi salah satu koleksi foto yang paling "amusing", ..

Foto-1

Rantai besi yang di ikatkan pada pegangan pintu masuk gedung PAU, which says for itself, about the "style" of leadership existing in this campus .... (?)

Catatan editor:

Pintu utama gedung PAU ada 2 buah, pintu kiri digembok dengan rantai, sedangkan pintu kanan tidak digembok. Fotonya di sini: http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/foto-gerbang-pau. Sebenarnya kurang bagus juga, karena kalau ada keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa bumi,  pintu tersebut jadi susah dibuka.

Foto-2

Zettel/Notice dengan tulisan:
--------------------------------------
(1) Penggunaan Ruang di ITB harus se-ijin Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Organisasi.

(2) Permohonan ijin penggunaan ruangan harap diajukan ke Kantor Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi

bayangkan seandainya hari ini kita di gedung PAU sejatinya akan menerima tamu-tamu
internasional ( yang juga merupakan mitra ITB ), betapa malu nya kita untuk menjelaskan isi NOTICE kita tersebut kepada tamu yang tidak jadi masuk / terhalang ... ?

( is this the way a supposedly WORLD-CLASS university solves and "settles" its matters? )

***

REMEMBER, ladies and gentlement:

Berapa banyak mitra kerjasama ITB yang sedikit-banyak dibuat terkesan dengan keberadaan fasilitas/kegiatan yang ada di gedung PAU ini sejak 1986?

And not to mention sejarah keberadaan Jaringan Komputer Kampus - regardless whether like it or not -, tidak bisa dilepaskan dari keberadaan gedung bersejarah ini.

Foto-3


Sekilas suasana di depan gedung PAU (Pusat Antar Universitas) ITB pada hari Kamis, 29 Desember 2011

Foto-4

< http://www.flickr.com/photos/[email protected]/6592443889/in/photostream/

Kedatangan Tim Aktivis Relawan/Relawati dari UNHCR ( United Nations High-Commisioner for Refugee) ke Kampus ITB untuk mendistrinbusikan bantuan kemanusiaan - berupa nasi bungkus/nasi kotak, setelah mendapat kabar bahwa pada hari ini, Rabu, 29 Desember 2011, banyak civitas academica ITB di gedung PAU yang tiba-tiba berubah status menjadi PENGUNGSI

Catatan dari editor:

'Pemberian bantuan makan siang itu' sebenarnya adalah pembagian makan siang, terjadi karena pihak catering makan siang nggak bisa masuk gedung, sehingga jadinya jatah makan siang dimasukkan kardus dan dibagi-bagikan ke para karyawan yang ada di depan gedung PAU.


Foto-5

Foto ketika pak Mervin T. Hutabarat, Ph.D, Ketua Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi ITB mewakili para Pengungsi/ Refugee gedung PAU secara simbolik menerima pembagian nasi kotak dari tim Relawan/relawati UNHCR perwakilan Jawa Barat.

Catatan dari editor:

'Pemberian bantuan makan siang itu' sebenarnya adalah pembagian makan siang, terjadi karena pihak catering makan siang nggak bisa masuk gedung, sehingga jadinya jatah makan siang dimasukkan kardus dan dibagi-bagikan ke para karyawan yang ada di depan gedung PAU.


--------- Ihsan hariadi ----------

Ketua Lembaga Kajian
Filsafat, Spiritualisme, Humanisme
dan Sastera Mikroelektronika ITB :-))

Catatan dari pemilik BLOG (Waskita Adijarto)

Artikel ini isinya setengah bercanda.

Seriusnya: gedung PAU disegel oleh pihak rektorat, dan semua pemakai ruangan PAU baru bisa masuk kalau sudah mendaftarkan diri ke pihak rektorat dengan melampirkan syarat-syarat tertentu.

Bercandanya: 'pemberian bantuan makan siang itu' sebenarnya adalah pembagian makan siang, terjadi karena pihak catering makan siang nggak bisa masuk gedung, sehingga jadinya jatah makan siang dimasukkan kardus dan dibagi-bagikan ke para karyawan yang ada di depan gedung PAU.

 

 

Comments

Ijin share di twitter Km Itb

Ijin share di twitter Km Itb ya pak..

silakan saja

silakan saja

YTH. Bpk Waskita

YTH. Bpk Waskita adijarto,

mohon penjelasan yang mendetail tentang tulisan diatas, termasuk penyebab penyegelan dan asal usul sampai bisa terjadi seperti itu. termasuk penyelesaiannya jika memang kasus tersebut telah selesai. mungkin bisa ditulis dengan lebih serius agar setiap orang memahami permasalahannya. saya mohon maaf sebelumnya, karena berita seperti ini sangat sensitif terhadap kelangsungan ITB. terutama di jejaring sosial saya, beberapa teman saya yang men-share link bapak, dan memberikan komentar2 dan pandangan mereka padahal mereka sendiri tidak mengetahui kejadian sebenarnya. termasuk tragedi pemberian bantuan makan siang. sayangnya, berita seperti ini akan membuat tendensi negatif terhadap ITB. terima kasih atas informasinya.

salam

Oh itu artikel setengah

Oh itu artikel setengah bercanda.

Seriusnya: gedung PAU disegel oleh pihak rektorat, dan semua pemakai ruangan PAU baru bisa masuk kalau sudah mendaftarkan diri ke pihak rektorat dengan melampirkan syarat-syarat tertentu.

Bercandanya: pemberian bantuan makan siang itu sebenarnya terjadi karena pihak catering makan siang nggak bisa masuk gedung, sehingga jadinya jatah makan siang dimasukkan kardus dan dibagi-bagikan ke para karyawan yang ada di depan gedung PAU.

Terima kasih banyak atas

Terima kasih banyak atas informasinya.. walaupun ini mungkin masalah kecil, tapi penjelasan bapak bagi saya sangat bermakna. maklum pak, ITB sudah sering diterpa gosip macam2.. hehe..

salam..

Assalamualaikum Pak Waskita,

Assalamualaikum Pak Waskita, saya salah satu bekas penghuni PAU lantai 3 dari lulus S1 sampe lulus S2. Sebenarnya ada masalah apa ya, kalau boleh tahu?

Nampaknya WRSO menilai ada

Wa alaikum salam,

Nampaknya pihak rektorat (WRSO) menilai ada ruangan di PAU yang penggunaannya tidak efektif, jadi mau dipakai untuk keperluan lain yang lebih sesuai bagi kepentingan ITB. Cuma ya entah juga kenapa kok tindakannya drastis seperti itu.

Turut belasungkawa

Semoga masalah ini segera beres. Atau malah sudah?

Masih dalam proses pak, kita

Masih dalam proses pak, kita tunggu apa tanggapan resmi dari pihak rektorat ITB

Semoga lekas beres

Semoga di tahun baru 2012, urusannya segera beres.
Wah, Pak Mervin juga tidak bisa masuk ruangan, kah?